Knalpot Undertail, Terkadang Bagus Bagi Desain Tapi Kurang Bagus Bagi Peforma

Assalamualaikum.

Selamat berpuasa bagi yang menjalankannya.

Kalian tahu Ducati Superbike atau Yamaha R1 ? Coba kalian desain peletakan knalpotnya. Keren ya ? Knalpotnya ngumpet pada bagian bawah body belakang. Model knalpot seperti ini kerap disebut knalpot undertail.

Secara desain, knalpot model ginian memang sedap dipandang. Tampilan motor seolah semakin resik karena keberadaan knalpot ngumpet di bawah body belakang (IMHO). Tapi model knalpot begini juga bisa menutupi kekosongan pada body belakang, contohnya pada Ducati Monster.

Sumber : Baru Motor Sport on Facebook

Sumber : Baru Motor Sport on Facebook

Tapi, tahukah sampean kalau model knalpot seperti ini juga bisa berdampak kurang bagus pada peforma motor ? Kenapa begitu ? Setahu NP, penggunaan desain seperti ini biasanya membutuhkan pipa knalpot dengan desain lebih panjang. Tentu hal seperti ini dapat berdampak pada kelancaran keluarnya gas buang hasil pembakaran di mesin. Desain pipa knalpot yang kelewatan panjang justru menurut NP kurang bagus buat peforma mesin tersebut, terutama bagi akselerasinya. Gas buang seolah tak dapat ngelos keluar dari knalpot dan akselerasi pun bisa menjadi tak maksimal.

Maka dari itu, beberapa pabrikan motor ada yang mulai meninggalkan desain knalpot seperti ini. Lihat saja Ducati Panigale sekarang tak lagi menggunakan desain knalpot undertail, tak seperti Ducati Superbike. Demikian juga dengan Triumph Speed Triple yang terbaru.

Tapi, beda ceritanya dengan desain knalpot undertail khas motor trail. Motor trail memang membutuhkan knalpot model seperti undertail ini. Dikarenakan motor trail biasanya melewati medan-medan yang ekstrim seperti perairan sungai saat di ajak adventure. Nah, kalau knalpotnya berada di bawah, bisa kemasukan air donk ? Makanya ditaruh di atas dan ngumpet di bawah body belakang. Desainnya juga beda dibandingkan knalpot undertail motor sport. Pipa knalpotnya meliuk disamping blok silinder mesin, tak seperti di motor sport yang biasanya meliuk ke bawah mesin. Dengan desain seperti ini, pipa knalpot jadi tak terlalu panjang.

Sumber : Baru Motor Sport on Facebook

Sumber : Baru Motor Sport on Facebook

Kalau buat modifikasi, knalpot model gini sih bisa dongkrak desainnya sehingga tampil bagus dan unik. Tapi kalau motor dibuat balapan ? Lebih baik jauhi model knalpot seperti ini deh. Kecuali jika sampean benar-benar ngerti tentang teori knalpot motor.

Ini semua sekedar pendapat NP lho ya … Maaf jika memang NP salah.

Wassalamualaikum.

********************

#Maaf jika ada kesalahan, ambil sisi positifnya saja.
#Modifikasi motor yang tidak safety dan melanggar aturan tidak dianjurkan untuk motor harian/touring.
#Modifikasi jangan terlalu berlebih-lebihan.
#Barangkali anda mempunyai kabar/berita seputar otomotif atau ingin mengiklankan suatu produk di blog ini, silahkan kontak saya di :

Facebook   : Nofgi Motor Sport
E-Mail         : Nofgimotor@gmail.com

Tentang Nofgi

Suka berbagai hal yang berhubungan dengan otomotif ... Penggemar Motor Sport ... Suka menulis di dunia maya ...
Pos ini dipublikasikan di Aksesoris/Variasi Motor, Modifikasi Motor, Motor Sport dan tag , , . Tandai permalink.

24 Balasan ke Knalpot Undertail, Terkadang Bagus Bagi Desain Tapi Kurang Bagus Bagi Peforma

  1. megalodon150 berkata:

    josss, dah, kalo yg dobel muffler kaya GW250 gimana tuh?

  2. orong-orong berkata:

    koyo knalpot kebo, makanya kebo ga bisa lari

  3. ngk kebayang klo bebek undertail wehehehehehe

  4. dwijef berkata:

    imho, kerugian dari knalpot undertail antara lain:
    – performa, karena gas buang harus mengalir lebih panjang melalui pipa.
    – distribusi berat, karena bobot muffler (silencer) akan terkonsentasi ke ekor, sehingga sedikit banyak berpengaruh ke handling.
    – kenyamanan, kalau penyekatnya ngga bagus, bisa bikin jok panas.😛

    tapi honda rcv pernah pakai knalpot undertail juga kan?
    cmiiw. ducati superbike itu yang 998 dan 1098 bukan?

    cbr600rr undertail dan pernah merajai kelas supersport lho mas. kalo bebek undertail dulu pernah ada kalo nggak salah namanya kanzen taurus.

    just share😀

    • Nofgi berkata:

      Honda RCV konfigurasi mesinnya V, makanya satu knalpot ada di samping dan satunya ada di undertail, CMIIW.
      Trus kalau Ducati itu kyaknya lebih mentingin model, liat aja Panigale, gak pakai knalpot undertail lagi kan ?

      • untuk ducati apalagi yg desmosedici buat moto gp kyknya sama kyk rcv tetep 2, 1 disamping dan 1 di undertail. Karena konfigurasi mesinya L. Kalo panigale emang lbh keren sih itunganya taro bawah mesin tu pas banget nambah ganteng tanpa ngebiri peforma

  5. potretbikers berkata:

    Ditampilan emang cuantekkk….lebih kelihatan rapih dan jali….

    http://potretbikers.wordpress.com/2013/07/31/tips-aman-saat-mudik/

  6. dimasarif96 berkata:

    sorry nof kayanya kan kalo GW250 itu 2 silinder IMHO malah lebih bagus karena 1 mesin dikeluarin lewat 1 lubang knalpot. kaya ninja yg empunya blog smartfaiz dulu kan juga pake knalpot model stereo gitu (1 knalpot buat 1 mesin)

  7. Rizal Mantovani berkata:

    kasihan yg belakang lah.. kena angin nya terus..😆

  8. Anonim berkata:

    sok tau

  9. Duinnn berkata:

    cmiiw, panjang pendek mufler atau pipa knalpot sudah diperhitungkan secara matang sesuai kebutuhan mesin. Untuk knalpot dg pipa pendek lebih mengedepankan akselerasi sedangkan pipa panjang cenderung mengejar top speed. (motorplus panduan oprek mesin)

  10. Aa Ikhwan berkata:

    penampilan mengalahkan performa:mrgreen:

  11. Anonim berkata:

    kalau tidak paham , gak usah sok tau dah, nanti dicibir pabrikan

  12. Minerva Costumer Care berkata:

    Banyak kok motor Jerman dengan knalpot undertail yang performanya bagus dengan harga terjangkau, contoh: Minerva Sachs MadAss 125, Minerva Sachs Megelli 250 RE & RV, Minerva Sachs SuperMoto 250, dan Minerva Sachs Naked 250. Informasi lebih lanjut kunjungi: http://www.minerva.co.id/

  13. ikhwannurahmad berkata:

    Di bawah jok a Di samping tidak masalah semua sudah diperhitungkan sesuai kebutuhan Dan peruntukannya. Saya rasa tidak bijak u mengklaim performa motor hanya berdasar posisi a letak knalpot.

Komentar Anda Membuat Semangat Saya Membara ... :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s