Membuat Kipas Pemadam Api Otomatis Menggunakan Arduino dan Sensor Api

WhatsApp Image 2017-10-19 at 14.37.17

Assalamualaikum.
Salam Sejahtera Untuk Kita Semua Sobat …

 

Kebakaran merupakan bencana yang sering dikarenakan kelalaian manusia. Kebakaran dapat dicegah dengan memadamkan api sebelum terlanjur meluas. Nah, pada kesempatan kali ini NP akan berbagi tutorial bagaiaman cara membuat sebuah kipas pemadam api otomatis secara sederhana dengan bermodalkan board microcontroller serba bisa yakni Arduino. Yups Arduino ini memang controller yang menurut NP paling gampang diprogram sob … Bahasa pemrogamannya simple dan sangat bersahabat bagi yang ingin belajar pemrogaman 😀 . Oh iya cara kerja dari kipas ini yakni kipas otomatis menyala saat sensor mendeteksi adanya api. Juga disertai dengan buzzer dan LCD sebagai bumbu pelengkapnya sob hehehe… 😀 . Tapi tidak menggunakan LCD maupun Buzzer juga bisa kok sob.

 

 

Berikut ini komponen dan software yang harus dipersiapkan :

  • 1 buah Arduino (bisa UNO, MINI, NANO, MEGA, dll, bisa didapat Di Sini)
  • 1 buah LCD 16×2 (Bisa didapat Di Sini)
  • 1 set Pin Header Male untuk LCD (Opsional, Bisa didapat Di Sini)
  • 1 buah Potensio 10K (Bisa didapat Di Sini)
  • 1 buah Buzzer (Bisa didapat Di Sini)
  • 1 buah Sensor Api/Flame Sensor (Bisa didapat Di Sini)
  • Breadboard/Projectboard jika diperlukan (Bisa diperoleh Di Sini)
  • Kabel jumper secukupnya (Bisa diperoleh Di Sini)
  • Software Arduino IDE (Jika belum punya, maka download Di Sini)
  • Library LiquidCrystal.h (Jika belum punya, bisa download Di Sini)
  • Dan cara menambah library Arduino bisa dibaca Di Sini

    Dan jika ingin belajar bagaimana cara menggunakan Arduino bagi pemula, silahkan download Ebook nya Di Sini

 

 

 

 

Dan berikut ini adalah skema rangkaiannya :

Kipas Pemadam Api Otomatis_bb

Keterangan Rangkaian :

  • Bisa Menggunakan Segala Jenis Arduino (UNO, NANO, MEGA, MINI, dll), karena penomoran pinnya sama. Tinggal cocokkan Saja nomor Pin-Pin nya.

  • Kaki RS LCD ===> pin 2 Arduino

  • Kaki E LCD ===> pin 3 Arduino

  • Kaki D4 LCD ===> pin 4 Arduino

  • Kaki D5 LCD ===> pin 5 Arduino

  • Kaki D6 LCD ===> pin 6 Arduino

  • Kaki D7 LCD ===> pin 7 Arduino

  • Kaki RW LCD ===> GND (Ground)

  • Kaki VO LCD ===> Output Potensio

  • Kaki DO (Digital Output) Sensor ===> pin 8 Arduino

  • Salah satu kaki Buzzer ===> pin 9 Arduino

  • Kaki push Buzzer yang lain ===> pin 5V

  • Pin IN3 pada driver motor L298N ===> pin 10 Arduino
  • Pin IN4 pada driver motor L298N ===> pin 11 Arduino
  • Pin OUT3 pada driver motor L298N ===> salah satu pin motor/kipas
  • Pin OUT4 pada driver motor L298N ===> pin motor/kipas yang lain
  • Pin 12V pada driver L298N ===> sumber power (di sini menggunakan baterai 9V)
  • Pin Ground (GND) pada driver motor L298N ===> terhubung ke ground Arduino
  •  Kaki vcc pada masing-masing komponen hubungkan ke sumber power positif 5v (bisa dari 5v Arduino)

  • Kaki gnd/ground pada masing-masing komponen hubungkan ke sumber negatif power (dihubungkan ke pin gnd Arduino)

 

 

 

 

 

Setelah itu, silahkan upload program seperti di bawah ini pada software Arduino IDE milik sobat, dan tata cara upload program ke Arduino bisa sobat baca Di Sini :

 

// ---------- Project Kipas Pemadam Api Otomatis ------------ //
// ------------ Berbasis Arduino dan Sensor Api ------------- //
// ------------- Dibuat oleh : M. Nofgi Y.P.U. -------------- //
// ------------- www.nofgipiston.wordpress.com -------------- //




// memanggil library lcd
#include <LiquidCrystal.h>

// inialisasi pin lcd
LiquidCrystal lcd(2, 3, 4, 5, 6, 7);

// inialisasi pin sensor dan buzzer
const int pinApi = 8;
const int pinBuzzer = 9;

// inialisasi pin motor/kipas
const int pinMotor1 = 10;
const int pinMotor2 = 11;

// inialisasi variabel data pembacaan sensor
int dataSensor;







// *************************** PROGRAM DEFAULT/SETTING AWAL ************************** //
void setup()
{
 // inialisasi status I/O masing-masing pin
 pinMode(pinApi, INPUT);
 pinMode(pinBuzzer, OUTPUT);

pinMode(pinMotor1, OUTPUT);
 pinMode(pinMotor2, OUTPUT);

// inialisasi status awal buzzer dan motor
 // mati dan berhenti di awal
 digitalWrite(pinBuzzer, HIGH);
 digitalWrite(pinMotor1, LOW);
 digitalWrite(pinMotor2, LOW);

// inialisasi jumlah baris & kolom lcd
 lcd.begin(16, 2);

// menulis penulisan awal pada lcd
 lcd.clear();
 lcd.setCursor(0, 0);
 lcd.print("Kipas Pemadam");
 lcd.setCursor(0, 1);
 lcd.print("Api Otomatis");
 delay(1000);

lcd.clear();
 lcd.setCursor(0, 0);
 lcd.print("Ready ...");
 delay(1000);
}







// ******************************* PROGRAM UTAMA ***************************** //
void loop()
{
 // inialisasi data pembacaan sensor
 dataSensor = digitalRead(pinApi);

// jika data sensor berupa logic LOW atau tidak ada api
 if (dataSensor == LOW)
 {
 // kipas & buzzer mati
 digitalWrite(pinBuzzer, HIGH);
 digitalWrite(pinMotor1, LOW);
 digitalWrite(pinMotor2, LOW);

// menulis pada lcd
 lcd.clear();
 lcd.setCursor(0, 0);
 lcd.print("Kipas Pemadam");
 lcd.setCursor(0, 1);
 lcd.print("MATI (OFF)");
 delay(200);
 }







// jika data sensor berupa logic HIGH atau ada api
 else if (dataSensor == HIGH)
 {
 // buzzer dan kipas menyala
 digitalWrite(pinBuzzer, LOW);
 digitalWrite(pinMotor1, HIGH);
 digitalWrite(pinMotor2, LOW);

// menulis pada lcd
 lcd.clear();
 lcd.setCursor(0, 0);
 lcd.print("Kipas Pemadam");
 lcd.setCursor(0, 1);
 lcd.print("HIDUP (ON)");
 delay(200);
 }
}

 

 

 

 

 

Dan berikut ini adalah video demonstrasinya di channel Youtube saya , Jangan lupa untuk klik “Like” pada video dan “Subscribe” channel saya ya sobat, sebagai dukungan agar dapat terus berkarya 😀 .

 

 

 

 

Penjelasan singkat dari program di atas yakni :

Sensor yang saya gunakan dalam project di atas yakni sensor api atau flame sensor. Sensor seperti ini mempunyai 2 tipe, yakni jenis pertama yakni mempunyai Digital Output berupa logic HIGH saat terdeteksi api dan jenis kedua yakni mempunyai Digital Output berupa logic LOW saat terdeteksi api. Untuk yang saya pergunakan pada video youtube tersebut merupakan tipe yang mngeluardak logic HIGH saat mendeteksi adanya api. Untuk penyesuaian, tingga dirubah saja pada baris program di bawah ini :

// jika data sensor berupa logic LOW atau tidak ada api
 if (dataSensor == LOW)
 {
 // kipas & buzzer mati
 digitalWrite(pinBuzzer, HIGH);
 digitalWrite(pinMotor1, LOW);
 digitalWrite(pinMotor2, LOW);

// menulis pada lcd
 lcd.clear();
 lcd.setCursor(0, 0);
 lcd.print("Kipas Pemadam");
 lcd.setCursor(0, 1);
 lcd.print("MATI (OFF)");
 delay(200);
 }







// jika data sensor berupa logic HIGH atau ada api
 else if (dataSensor == HIGH)
 {
 // buzzer dan kipas menyala
 digitalWrite(pinBuzzer, LOW);
 digitalWrite(pinMotor1, HIGH);
 digitalWrite(pinMotor2, LOW);

// menulis pada lcd
 lcd.clear();
 lcd.setCursor(0, 0);
 lcd.print("Kipas Pemadam");
 lcd.setCursor(0, 1);
 lcd.print("HIDUP (ON)");
 delay(200);
 }

 

 

Fungsi dari driver motor L298N tersebut adalah untuk mengendalikan kipas angin. Kita tahu motor ataupun kipas dengan prinsip arus DC mempunyai dua kabel polaritas yang jika dibolak-balik maka akan mempengaruhi arah putaran kipas tersebut, yani searah dengan jarum jam (CW) atau berlawanan arah jarum jam (CCW). Nah untuk menyalakan kipas, salah satu pin/kabel kipas harus diberi logic HIGH, sedangan pin/kabel lain harus diberi logic LOW. Jika sama-sama diberi logic LOW pada kedua pin/kabel, maka kipas akan mati. Seperti pada cuplikan program di bawah ini :

// kipas & buzzer mati
 digitalWrite(pinBuzzer, HIGH);
 digitalWrite(pinMotor1, LOW);
 digitalWrite(pinMotor2, LOW);
// buzzer dan kipas menyala
 digitalWrite(pinBuzzer, LOW);
 digitalWrite(pinMotor1, HIGH);
 digitalWrite(pinMotor2, LOW);

 

 

 

 

Yups demikian merupakan penjelasan singkat dari tutorial pembuatan kipas pemadam otomatis berbasis Arduino dan sensor api tersebut. Ke depannya alat ini mampu dikembangkan dengan menambah beberapa fitur seperti ada peringatan melalui SMS saat terdeteksi api, menambah water pump sebagai penyemprot air saat ada api, atau yang lainnya. Tergantung kreatifitas dari sobat semua deh … 😀 .

 

Jangan bosan-bosan belajar dan berlatih dengan Arduino ya sob … Karena banyak sekali alat-alat serta kreatifitas yang dapat kita buat dengan board microcontroller serba bisa ini 🙂 .

“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno)”

Semoga bermanfaat 😀 .

Salam Teknologi … Salam Arduino …🙂 .

Wassalamualaikum.

*

*

*

*

*

********************

#Maaf jika ada kesalahan, ambil sisi positifnya saja.
#Barangkali anda mempunyai kabar/berita seputar otomotif/mekatronika/robotika/elektronika atau ingin mengiklankan suatu produk di blog ini, silahkan kontak saya.

Jual Arduino, Sensor, Modul, SHIELD, dan Berbagai Komponen Elektronika/Robotika murah meriah … Best Quality Product … !!! (Klik di sini)

Atau Silahkan Kunjungi Lapak Kami di Tokopedia Berikut ini : https://www.tokopedia.com/nofgipiston

Menerima jasa pembuatan Project atau alat berbasis Arduino, Elektronika, Robotika, Mekatronika, dan sejenisnya …

Bisa untuk keperluan hobi, tugas kuliah/sekolah, project industri/rumahan, dan sebagainya …

Silahkan kontak saya atau klik di sini:

Facebook              : Nofgi Yugo Prasetyo
Fans Page on Facebook : Nofgi Piston Blog
E-Mail                : Nofgimotor@gmail.com
Line                  : nofgi piston
Instagram             : nofgi_piston
Youtube               : Nofgi Piston
No. HP/WA             : 088217082017

 

 

 

 

Iklan

Tentang Nofgi

Menerima Order Project Elektronika & Robotika. WA/SMS : 088217082017 Youtube : Nofgi Piston IG : nofgi_piston
Pos ini dipublikasikan di Arduino, DIY, Edukasi, Elektronika, Mekatronika, Microcontroller, Robotika, Teknologi dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

9 Balasan ke Membuat Kipas Pemadam Api Otomatis Menggunakan Arduino dan Sensor Api

  1. Hastira berkata:

    wah mantap ya, terus berkarya

  2. Adi Stia Utama S berkata:

    mantap mas, terus berkarya
    kayaknya rumit banget itu

  3. Subkhan berkata:

    Cara kerjanya gmn ya gan?
    kl boleh tau tokonya di mana ya?

  4. Anonim berkata:

    Gan, kalo pake buzzer active bisa gak ? jika pake buzzer aktive rangkain dan program masih sama tidak sama yang diatas ? thanks

  5. Melsti berkata:

    Tegangannya harus 9 volt DC?

  6. Ping balik: Kipas Pemadam Api Otomatis Menggunakan Arduino dan Sensor Api (Flame Sensor) | TEKNIK MEKATRONIKA

Tinggalkan Balasan ke Nofgi Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s